<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1" ?>
<rss version="0.91">
  <channel>
    <title>Ignas Kleden</title>
    <link>http://ignaskleden.blogdrive.com/</link>
    <description>Ignas Kleden</description>
    <lastBuildDate>Sat, 06 Oct 2007 20:20:00 PDT</lastBuildDate>
    <generator>http://www.blogdrive.com</generator>
    <copyright>Copyright 2007.</copyright>
    <item>
      <title>Clifford Geertz, Teori Kebudayaan, dan Studi Indonesia</title>
      <link>http://ignaskleden.blogdrive.com/archive/11.html</link>
      <pubDate>Sat, 06 Oct 2007 16:05:30 GMT</pubDate>
      <description> 
Oleh Ignas Kleden 


Pada 31 Oktober 2006 Clifford Geertz meninggal dunia dalam usia 80 tahun. Menurut pengakuannya sendiri, dari usia yang panjang itu 10 tahun lebih dihabiskannya dalam penelitian lapangan (di Jawa, Bali, Maroko) dan 30 tahun digunakannya untuk menulis tentang hasil-hasil penelitiannya, dengan tujuan menyampaikan pesona studi kebudayaan kepada orang-orang lain.

Geertz belajar antropologi di Universitas Harvard, pada Department of Social Relations, yang didirikan oleh Clyde Kluckhon, bersama beberapa tokoh lainnya, menulis disertasinya di bawah bimbingan Cora DuBois,... (more)</description>
      <comments>http://ignaskleden.blogdrive.com/comments?id=11</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Krisis dan radikalisme pelipur lara</title>
      <link>http://ignaskleden.blogdrive.com/archive/12.html</link>
      <pubDate>Sat, 06 Oct 2007 16:03:05 GMT</pubDate>
      <description> 
Oleh Ignas Kleden 

SETIAP krisis politik cenderung melahirkan krisis pemikiran. Beban yang terlalu berat mendorong orang mencari jalan pintas yang sesingkat-singkatnya untuk keluar dari kemelut, tanpa memedulikan apakah penyelesaian secara potong kompas itu menimbulkan masalah baru yang barangkali lebih muskil dari keadaan semula. Kecenderungan ini mendapatkan padanannya dalam pemikiran yang menarik kesimpulan secara cepat dan mudah, tanpa memeriksa terlebih dahulu apakah kesimpulan tersebut didukung oleh premis-premis yang memadai ataukah lebih merupakan suatu jumping conclusion dalam... (more)</description>
      <comments>http://ignaskleden.blogdrive.com/comments?id=12</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Puisi dan Dekonstruksi: Perihal Sutardji Calzoum Bachri</title>
      <link>http://ignaskleden.blogdrive.com/archive/10.html</link>
      <pubDate>Sat, 06 Oct 2007 16:02:22 GMT</pubDate>
      <description> Sabtu, 04 Agustus 2007 

Oleh IGNAS KLEDEN

Upaya dan perjuangan Sutardji Calzoum Bachri menerobos makna kata, menerobos jenis kata, menerobos bentuk kata, dan menerobos tata bahasa dapat dipandang sebagai percobaan melakukan dekonstruksi bahasa Indonesia secara besar-besaran dan memberi kemungkinan bagi konstruksi-konstruksi baru yang lebih otentik melalui puisi. 

Dalam sebuah esainya Sutardji menulis &quot;puisi adalah alibi kata-kata&quot;. Dengan ungkapan itu dimaksudkan bahwa kata-kata dalam puisi diberi kesempatan menghindar dari tanggung jawab terhadap makna, yang dalam pemakaian bahasa... (more)</description>
      <comments>http://ignaskleden.blogdrive.com/comments?id=10</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Biografi singkat Ignas Kleden</title>
      <link>http://ignaskleden.blogdrive.com/archive/7.html</link>
      <pubDate>Sat, 06 Oct 2007 15:47:18 GMT</pubDate>
      <description>Nama:Ignatius Nasu Kleden

Lahir:Larantuka, Flores Timur, 19 Mei 1948 
Agama: Katolik 
Pendidikan:-Sekolah Tinggi Filsafat Teologi/STFT
Ledalero, Maumere, Flores,1972
- Hochschule fuer Philosophie, Muenchen, Jerman (MA Filsafat), 1981
- Universitas Bielefeld (doktor sosiologi), Jerman, 1995 Karir:- Penerjemah buku-buku teologi pada
penerbit Nusa Indah, Ende, Flores
- Editor penerjemahan buku-buku ilmu sosial pada Yayasan Obor
Internasional, Jakarta
- Koordinator penerbitan pada Yayasan Ilmu-ilmu Sosial, Jakarta
- Staf peneliti LP3ES, Jakarta
- Peneliti pada Yayasan SPES di Jakarta... (more)</description>
      <comments>http://ignaskleden.blogdrive.com/comments?id=7</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Means and End in Democracy</title>
      <link>http://ignaskleden.blogdrive.com/archive/6.html</link>
      <pubDate>Sat, 06 Oct 2007 15:44:34 GMT</pubDate>
      <description> 

By Ignas Kleden


The conception of democracy as a political theory turns out to be understood in accord with the circumstances in which it is applied. There is a strong tendency in which politicians at least and the people in general are inclined to treat democracy not as a guideline with which to develop politics, economy and socio-cultural life, but rather as a notion, whose content is dependent upon political and economic conditions.

For many industrialized countries in North America, in Western Europe as well as in Eastern part of Asia democracy is perceived as a goal in itself, in... (more)</description>
      <comments>http://ignaskleden.blogdrive.com/comments?id=6</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Merdeka dalam kemajemukan</title>
      <link>http://ignaskleden.blogdrive.com/archive/5.html</link>
      <pubDate>Sat, 06 Oct 2007 15:38:27 GMT</pubDate>
      <description>
 

Oleh Ignas Kleden


Gerakan kebangsaan untuk Indonesia Merdeka yang kemudian diteruskan dengan
perjuangan bersenjata mengandung satu tema yang sama yaitu pembebasan atau
kemerdekaan-dari (freedom from). Ada kepercayaan bahwa kemerdekaan belum
terwujud pada waktu itu karena ada yang menghalanginya, yaitu pihak penjajah.

Penduduk di Hindia Belanda memang hidup dalam suatu negara tetapi negara tersebut bukanlah penjelmaan kehendak politik mereka sendiri, tetapi perwujudan kehendak dan kekuatan asing dalam bentuk negara kolonial. Sekali pun belum jelas betul pada masa itu, negara kolonial... (more)</description>
      <comments>http://ignaskleden.blogdrive.com/comments?id=5</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Sutan Sjahrir: etos politik dan jiwa klasik</title>
      <link>http://ignaskleden.blogdrive.com/archive/4.html</link>
      <pubDate>Sat, 06 Oct 2007 15:25:41 GMT</pubDate>
      <description>SUTAN SJAHRIR:
ETOS POLITIK DAN JIWA KLASIK

(Orasi mengenang Sutan Sjahrir, 8 April 2006, TIM, Jakarta)

Oleh Ignas Kleden
I

Dalam dua pucuk suratnya yang ditulis dari penjara Cipinang dan dari tempat
pembuangan di Boven Digoel, Sjahrir mengutip sepenggal sajak penyair Jerman,
Friedrich Schiller. Dalam teks aslinya kutipan itu berbunyi: und setzt ihr nicht das Leben ein, nie wird euch das Leben gewonnen sein--- yang maknanya: hidup yang tak dipertaruhkan, tak akan pernah dimenangkan. Menurut pengakuannya, kalimat-kalimat yang indah itu dikutipnya dari luar kepala, jadi kita dapat menduga... (more)</description>
      <comments>http://ignaskleden.blogdrive.com/comments?id=4</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Pak Harto dalam Kebenaran</title>
      <link>http://ignaskleden.blogdrive.com/archive/3.html</link>
      <pubDate>Sat, 06 Oct 2007 15:24:41 GMT</pubDate>
      <description> 
		 Oleh: Ignas Kleden 

	 
Saat ini, ketika mantan Presiden Soeharto diberitakan menderita beberapa penyakit yang cukup berat, muncul kembali perdebatan perlu-tidaknya beliau diadili. 

Dalam perdebatan ini, ada baiknya dibedakan dua perkara yang erat hubungannya, tetapi berbeda sifatnya, yaitu mengadili dan memaafkan Pak Harto. 

Siti Hediyati Hariyadi, putri Soeharto, pada Sabtu (20/5/2004) di Desa Tanjung, Muntilan, menyatakan permohonan maaf atas nama mantan Presiden kepada seluruh rakyat Indonesia untuk segala kekurangan dan kesalahan selama masa pemerintahannya yang lebih dari 30... (more)</description>
      <comments>http://ignaskleden.blogdrive.com/comments?id=3</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Soekarno, Pancasila, dan Sejarah Teks</title>
      <link>http://ignaskleden.blogdrive.com/archive/2.html</link>
      <pubDate>Sat, 06 Oct 2007 15:18:06 GMT</pubDate>
      <description>
Oleh Ignas Kleden

Istilah &quot;sejarah teks&quot; adalah terjemahan bebas oleh penulis untuk konsep hermeneutik yang lebih dikenal dalam versi bahasa Jerman sebagai Redaktionsgeschichte atau sejarah redaksi. Konsep ini menegaskan bahwa setiap teks yang diproduksi dalam kebudayaan selalu mempunyai semacam riwayat hidup berupa sejarah penyusunan, kodifikasi, perubahan, atau revisi redaksi dan mungkin juga otorisasi teks yang terjadi dari waktu ke waktu.

Mengetahui sejarah redaksi ini merupakan sebuah prasyarat penting untuk menyimak makna teks itu dalam hubungan dengan konteks penciptaan atau... (more)</description>
      <comments>http://ignaskleden.blogdrive.com/comments?id=2</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Pemimpin panutan atau pemimpin demokratis</title>
      <link>http://ignaskleden.blogdrive.com/archive/1.html</link>
      <pubDate>Sat, 06 Oct 2007 15:14:43 GMT</pubDate>
      <description> emimpin Panutan atau Pemimpin Demokratis? (Ignas Kleden)
Dalam retorika politik Indonesia dewasa ini masih sering terdengar keinginan atau harapan akan adanya pemimpin panutan. Seseorang dianggap menjadi panutan apabila dia memiliki kebajikan-kebajikan yang patut dicontoh oleh orang lain, yang melihat dalam diri sang panutan suatu model tentang perilaku yang baik dan benar. Dalam istilah antropolog Clifford Geertz dia diperlakukan sebagai suatu exemplary center yaitu suatu pusat yang penuh teladan.
Jarang kita menyadari bahwa memperlakukan seseorang sebagai panutan adalah mengasumsikan bahwa... (more)</description>
      <comments>http://ignaskleden.blogdrive.com/comments?id=1</comments>
    </item>
  </channel>
</rss>
